Senin, 27 Desember 2021

Tema 6 Subtema 1 Pembelajaran 1

 


TEMA 6 SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1

Cakupan KD/ Mata Pelajaran :    3.6 ( Bahasa Indonesia )
                                                     3.2 ( IPA)


1. BAHASA INDONESIA

                Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra. Puisi adalah sebuah hasil dari perasaan dan ungkapan dari seorang penyair. Bahasa yang digunakan dalam puisi terikat matra, irama, rima, penyusunan lirik dan bait. Selain itu, puisi adalah sebuah karya sastra yang penuh dengan makna-makna di dalamnya.

                Kalimat-kalimat di dalam puisi mengungkapkan pikiran serta perasaan dari penyair. Ungkapan-ungkapan ditulis secara imajinatif, beserta disusun dalam mengkonsentrasikan kekuatan dari bahasa. Didalamnya juga terdapat struktur fisik dan struktur batin.

                Sebuah puisi umumnya mengutamakan bunyi, bentuk serta makna yang terkandung di dalam setiap kalimat. Makna tersebut adalah sebuah bukti puisi, baik jika ada makna yang mendalam dengan memadatkan semua unsur bahasa yang ada.

Cara membuat puisi yang baik dan benar adalah sebagai berikut :

1. Tentukan Tema dan Judul

Pertama, pilihlah satu tema yang kita inginkan sebagai acuan dalam membuat puisi agar puisi kita lebih menarik. Tema puisi ada banyak sekali. Jadi, sebisa mungkin pilihlah tema yang benar-benar menarik. Setelah menentukan tema, langkah selanjutnya adalah menentukan judul yang berpacu pada tema. Misalnya saja kita menentukan temanya, yaitu kesetiaan.

 

2. Menentukan Kata Kunci

Setelah menentukan tema, langkah-langkah menulis puisi selanjutnya adalah menentukan kata kunci dan kemudian mengembangkan kata tersebut. Jika kamu telah menemukan tema, misalnya tadi kesetiaan, maka selanjutnya adalah menemukan kata kunci yang berkaitan dengan keabadian tersebut. Apabila sudah dirasa cukup untuk memulai membuat puisi, maka kamu tinggal mengembangkannya dalam sebuah kalimat atau larik puisi. Misalnya satu kata kunci digunakan untuk satu larik. Atau bisa saja, satu kata kunci kemudian dikembangkan menjadi satu bait.

 

3. Menggunakan Gaya Bahasa

Langkah menulis puisi selanjutnya adalah dengan menggunakan gaya bahasa. Salah satunya adalah dengan majas misalnya majas perbandingan atau majas metafora misalnya.

 

4. Kembangkan Puisi Seindah Mungkin

Selanjutnya adalah mengembangkan semua langkah di atas menjadi puisi yang indah. Susun kata-kata, larik-larik puisi menjadi bait-bait. Kembangkanlah menjadi satu puisi yang utuh dan bermakna. Kamu harus ingat bahwa puisi bukanlah sebuah artikel. Tulisan yang kamu buat untuk puisi harus ringkas, padat, sekaligus indah. Pilihlah kata yang sesuai yang mewakili unsur keindahan sekaligus makna yang padat.                              

Contoh puisi :

Pada Suatu Hari Nanti

Pada suatu hari nanti
Jasadku tak akan ada lagi
Tapi dalam bait-bait sajak ini
Kau takkan kurelakan sendiri

Pada suatu hari nanti
Suaraku tak terdengar lagi
Tapi di antara larik-larik sajak ini
Kau akan tetap kusiasati

Pada suatu hari nanti
Impianku pun tak dikenal lagi
Namun di sela-sela huruf sajak ini
Kau takkan letih-letihnya kucari


2. IPA

                siklus hidup adalah sebuah rangkaian kejadian yang berulang secara tetap dan teratur, yang menunjukkan suatu perkembangan individu makhluk hidup sejak dilahirkan sampai akhir pertumbuhannya. 

                Setiap makhluk hidup mengalami pertumbuhan yang dalam proses pertumbuhan tersebut makhluk hidup mengalami peningkatan ukuran pada semua atau sejumlah bagian pada tubuhnya. Singkatnya, siklus hidup merupakan fase dari lahir, tumbuh menjadi dewasa, dan kemudian menghasilkan keturunan oleh suatu makhluk hidup.

                Metamorfosis Metamorfosis merupakan salah satu fase perkembangan biologi yang terjadi pada makhluk hidup yang mengakibatkan perubahan bentuk fisik atau struktur, setelah mengalami kelahiran dan penetasan. Perubahan fisik yang terjadi disebabkan oleh adanya akibat dari pertumbuhan sel, dan tahap diferensiasi (perubahan) sel secara keseluruhan tidak sama. Saat bermetamorfosis hewan akan mengalami tahap demi tahap metamofosis secara berurutan. 

                berdasarkan bentuk tubuhnya, hewan dibedakan mengalami dua jenis metamorfosis yaitu: 

a.) Metamorfosis sempurna 

                Metamorfosis sempurna ini merupakan siklus hidup hewan yang mengalami perubahan bentuk yang sangat berbeda apabila dibandingkan dengan sebelum dan setelah melahirkan. Tahap metamorfosis sempurna terjadi pada beberapa hewan seperti lalat, kupu-kupu, katak dan nyamuk. 

                Contoh: Metamorfosis sempurna yang dialami kupu-kupu meliputi beberapa fase, dengan tahapan: Telur > Larva (ulat) > Kepompong > Kupu-kupu. Telur kupu-kupu biasanya akan diletakkan dibawah daun. Setelah 3-5 hari, telur-telur ini berubah menjadi larva Larva, dalam siklus hidup kupu-kupu biasanya kita kenal sebagai ulat. Ulat-ulat ini biasanya akan berganti kulit sebanyak 5-6 kali terlebih dahulu, sebelum mencari tempat untuk metamorphosis tahap berikutnya. Saat berganti kulit dan mendapat tempat, barulah ulat ini menjadi kepompong atau pupa. Dalam fase ini, ulat biasanya akan berpuasa selama 7-20 hari sebelum bertransformasi secara sempurna menjadi kupu-kupu. 

b.) Metamorfosis tidak sempurna 

                Metamorfosis yang tidak sempurna merupakan salah satu perubahan bentuk pada hewan, yang tidak terlalu nampak saat lahir dibandingkan setelah tahap dewasa. Jika dalam memamorfosis sempurna transformasi bentuk begitu berbeda, misalnya dari ulat ke kupu-kupu, dalam siklus ini perubahan fisik dari tahap sebelum dan sesudahnya tak jauh berbeda. 

                Adapun contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna yaitu jangkrik, belalang dan kecoak. Contoh tahapan metamorphosis tidak sempurna yang dialami belalang meliput: Telur > Nimfa > Imago. Sebagai petelur, belalang betina akan meletakkan telur yang dibuahi dalam bentuk polong telur, baik di pasir atau di antara serasah daun. Setiap polongnya, terdiri dari 10-300 telur dengan bentuk yang menyerupai butiran nasi. Setelah menetas, nimfa atau belalang muda akan mulai memakan dedaunan tanaman lunak dan segar. Dalam tahap ini, belalang memiliki warna yang ringan, tidak memiliki sayap, dan juga belum memiliki organ reproduksi. Secara umum, nimfa akan mengalami 5-6 proses ganti kulit dan mengubah bentuk serta struktur tubuhnya hingga menjadi dewasa. Setelah 25-30 hari, sayap pada nimfa akan berkembang sepenuhnya dan daur hidup belalang pun berada pada proses terakhir.

Adapun contoh hewan - hewan yang termasuk proses metamorfosis sempurna :
1. Kupu-Kupu 

2. Nyamuk 

3. Katak 

4. Lebah


Adapun contoh hewan - hewan yang termasuk proses metamorfosis tidak sempurna :

1. Kutu daun 

2. Jangkrik 

3. Belalang 

4. Belalang sembah

5. Kecoak 

6. Rayap 

7. Capung 

8. Kutu rambut





Tema 6 Subtema 1 Pembelajaran 3

                 TEMA 6 SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 3 SUMBER DAYA ALAM                     Pemanfaatan sumber daya alam harus dikelola secara bai...