Minggu, 16 Januari 2022

Tema 6 Subtema 1 Pembelajaran 3

                


TEMA 6 SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 3

SUMBER DAYA ALAM

                Pemanfaatan sumber daya alam harus dikelola secara baik dan optimal agar dapat menunjang keberlangsungan hidup manusia dan kelestarian ekosistem. Oleh sebab itu, diperlukan perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan dan pengawasan sumber daya alam yang terpadu. Sumber daya alam dibagi menjadi dua, yaitu sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.

Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbaharui 

                Sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah sumber daya yang terus ada selama penggunaannya tidak dieksploitasi berlebihan. 
Berdasarkan modul “Sumber Daya Alam dan Pemanfaatannya”, contoh sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah: 
1. Air merupakan senyawa yang penting bagi kehidupan di Bumi. Air dapat berasal dari sumur, sungai, danai, dan laut. Manfaat air dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti minum, mandi, mencuci, irigasi, pembangkit listrik, serta sarana transportasi dan olahraga. 

2. Tanah adalah hasil pelapukan atau erosi batuan induk (anorganik) yang bercampur dengan bahan organik. Manfaat sumber daya tanah untuk kehidupan meliputi: Penyedia unsur hara untuk tumbuhan. Penyedia makanan untuk biota tanam. Sebagai habitat hidup dan melakukan kegiatan. Sebagai sumber bahan baku barang kerajinan dan produk rumah tangga. 

3. Udara adalah campuran dari berbagai macam gas yang tidak berwarna dan tidak berbau yang memenuhi ruang. Manfaat udara sebagai sumber daya alam adalah: Membantu penyerbukan bunga. Sebagai sumber untuk bernafas. Sebagai jalur penerbangan pesawat terbang. Saluran komunikasi melalui satelit atau antena. Saluran tenaga gerak.

4. Tumbuhan adalah organisme hidup yang tergolong dalam kerajaan tumbuhan (kingdom plantae). Untuk bertahan hidup, beberapa spesies tumbuhan melakukan fotosintesis dengan bantuan cahaya matahari. Manfaat tumbuhan adalah sebagai bahan makanan, obat-obatan, bahan pewarna alami, penyedap makanan, dan sebagainya.

5. Matahari menurut California Institute of Technology adalah bintang yang terdiri dari gas panas yang besar, berputar, dan bersinar. Matahari sama seperti bintang-bintang yang terlihat di langit malam. Matahari adalah pusat Tata Surya. Matahari bukan massa yang padat dan tidak memiliki batas yang mudah diidentifikasi. Sebaliknya, matahari terdiri dari lapisan yang hampir seluruhnya terdiri dari hidrogen dan helium. Publikasi National Aeronautics and Space Administration (NASA) menjelaskan, tanpa panas dan cahaya matahari, Bumi akan menjadi bola batu berlapis es yang tidak memiliki kehidupan. 
Matahari menghangatkan laut, menggerakkan atmosfer, menghasilkan pola cuaca, dan memberi energi kepada tumbuh-tumbuhan hijau sebagai penyedia makanan dan oksigen bagi kehidupan di Bumi. 


Pengertian Barang Tambang

                Penambangan adalah ekstraksi (pemindahan) mineral dan logam dari bumi. Mangan, tantalum, cassiterite, tembaga, timah, nikel, bauksit (bijih aluminium), bijih besi, emas, perak, dan berlian hanyalah beberapa contoh dari apa yang ditambang.

Barang tambang dapat didefinisikan sebagai jenis sumber daya alam yang berasal dari dalam perut bumi yang tidak dapat diperbaharui sebab proses pembentukkannya memerlukan waktu yang lama sampai berjuta-juta tahun.

Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbaharui 

                Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber daya yang akan habis penggunaannya. 

Berikut ini bermacam-macam jenis barang tambang beserta manfaatnya masing-masing, antara lain:

  1. Batu Bara

Batubara adalah bahan bakar fosil dan merupakan sisa-sisa vegetasi prasejarah yang pada awalnya terakumulasi di rawa-rawa dan rawa gambut. Energi yang kita dapatkan dari batu bara hari ini berasal dari energi yang diserap tanaman dari matahari jutaan tahun yang lalu. Wilayah persebaran tambang batu bara di Indonesia meliputi Tanjung Enim, Sungai Berau dan Sumatera Barat.Batubara memiliki banyak kegunaan penting di seluruh dunia. Penggunaan batu bara yang paling signifikan adalah untuk pembangkit listrik, produksi baja, pembuatan semen dan sebagai bahan bakar cair.


  1. Minyak Bumi

Minyak bumi adalah cairan alami yang ditemukan di bawah permukaan bumi yang dapat disuling menjadi bahan bakar. Minyak bumi adalah bahan bakar fosil, yang berarti telah dibuat oleh dekomposisi bahan organik selama jutaan tahun. Wilayah persebaran tambang minyak bumi di Indonesia meliputi Lhoksumawe, Muara Enim, Majalengka, Cilacap, Amuntai dan Sorong.

Minyak bumi digunakan sebagai bahan bakar untuk menggerakkan kendaraan, unit pemanas, dan mesin, serta dikonversi menjadi plastik dan bahan lainnya. Karena mayoritas dunia bergantung pada minyak untuk banyak barang dan jasa, arti industri perminyakan sangat kuat dan merupakan pengaruh besar pada politik dunia dan ekonomi global.



  1. Gas Alam

Gas alam adalah bahan bakar fosil terbersih di bumi dan tidak berwarna dan tidak berbau dalam keadaan alami. Ini terdiri dari empat atom hidrokarbon dan satu atom karbon (CH4 atau metana). Wilayah persebaran tambang gas alam di Indonesia meliputi Aceh, Bontang, Tangguh, Pulau Natuna.

Gas alam memiliki beragam kegunaan dianataranya yaitu sebagai pembangkit listrik, bahan bakar kendaraan, bahan baku industri palstik, LPG, bahan baku jenis industri pupuk, dan lain-lain.




  1. Fosfat

Fosfat adalah barang tambang yang terbentuk dari persenyawaan pada kotoran kelelawar yang tercampur dengan batu kapur.

Wilayah persebaran tambang fosfat di Indonesia meliputi  Jawa Barat (Bogor dan Pangandaran); Jawa Tengah (Gombong, Purwokerto,  Jepara, dan Rembang; Jawa Timur (Bojonegoro). Fosfat sangat bermanfaat dalam industri pembuatan pupuk.


  1. Emas

Emas adalah logam lunak, padat, berwarna kuning. ebagai logam mulia, telah digunakan selama ribuan tahun oleh orang-orang di seluruh dunia, untuk perhiasan, dan sebagai uang. Wilayah persebaran tambang emas di Indonesia meliputi Meuleboh (Aceh), Bengkalis (Sumatera), Logas (Riau) dan Cikotok (Jawa Barat).

Emas biasanya dimanfaatkan untuk membuat perhiasan dan aksesoris lainnya.  Ini juga dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki dan mengganti gigi dan peralatan elektronik seperti komputer.




  1. Perak

Perak adalah logam transisi yang lembut, putih, berkilau, memiliki sifat konduktivitas listrik tertinggi. Perak telah lama dinilai sebagai logam mulia.

Wilayah persebaran tambang perak di Indonesia meliputi Bengkalis (Sumatera), Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara), Cikotok (Jawa Barat), Meuleaboh (Aceh), dan Rejang Lebong (Bengkulu). Seperti halnya emas, perak juga banyak digunakan sebagai bahan baku membuat perhiasan.




  1. Intan

Intan adalah bentuk padat unsur karbon dengan atom-atomnya tersusun dalam struktur kristal. Intan memiliki kekerasan dan konduktivitas termal tertinggi dari semua bahan alami.

Wilayah persebaran tambang intan di Indonesia meliputi Martapura (Kalimantan Selatan), Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah. Intan dimanfaatkan untuk perhiasan. Selain itu, juga diubah menjadi mata bor suatu mesin sebab memiliki sifat yang sangat keras.




  1. Platina

Platina adalah logam putih-perak, dulu kala bentuk barang tambang ini dikenal sebagai “emas putih.” Alasannya sangat tahan terhadap pemudaran dan korosi (yang membuatnya dikenal sebagai “logam mulia”) dan sangat lunak serta mudah dibentuk.

Wilayah persebaran tambang platina di Indonesia meliputi Bengkalis, Riau dan di Martapura. Platinum, logam yang sangat bernilai dan memiliki berbagai kegunaan, termasuk perhiasan, catalytic converter, kontak listrik, alat pacu jantung, dan obat-obatan.




  1. Alumunium

Aluminium adalah elemen kimia, logam ringan, putih keperakan. Aluminium adalah unsur logam paling banyak di kerak bumi dan logam nonferrous yang paling banyak digunakan. Karena aktivitas kimianya, aluminium tidak pernah terjadi dalam bentuk logam di alam, tetapi senyawanya ada pada tingkat yang lebih besar atau lebih kecil di hampir semua batu, vegetasi, dan hewan.

Wilayah persebaran tambang alumunium  di Indonesia, yaitu banyak berada di wilayah provinsi Papua. Alumunium dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan peralatan memasak. Selain itu, juga diolah menjadi mebel dan juga perkakas lain.


  1. Aspal

Aspal, juga dikenal sebagai bitumen adalah bentuk minyak bumi yang lengket, hitam, dan sangat kental atau semi-padat. Ini dapat ditemukan dalam deposit alami atau mungkin produk olahan. Wilayah persebaran tambang aspal  di Indonesia meliputi Pulau Buton di Sulawesi Tenggara, Permigan Wonokromo di Jawa Timur. Aspal dimanfaatkan sebagai bahan pengecoran jalan.

Penggunaan utama (70%) aspal adalah dalam konstruksi jalan, di mana aspal digunakan sebagai perekat atau pengikat yang dicampur dengan partikel agregat untuk membuat beton aspal.



  1. Bijih Besi

Bijih besi adalah batuan dan mineral dari mana besi logam dapat diekstraksi secara ekonomis. Bijih biasanya kaya akan oksida besi dan bervariasi dalam warna dari abu-abu gelap, kuning cerah, atau ungu tua hingga merah berkarat.

Wilayah persebaran tambang bijih besi di Indonesia meliputi Cilacap (Jawa Tengah), Cilegon (Banten), Longkana dan Pegunungan Verbeek (Sulawesi Tengah), Pulau Dermawan, Pulau Sebuku dan Pulau Suwang di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, pengelolaan biji besi sebagai jenis barang tambang vital yang ada di Indonesia dilakukan oleh PT Krakatau Steel yang berada di Cilegon, Jawa Barat. Besi dimanfaatkan dalam berbagai bidang, khusunya dalam bidang konstruksi.


  1. Gipsum

Gipsum adalah mineral evaporite yang paling umum ditemukan di endapan sedimen berlapis yang berasosiasi dengan halit, anhidrit, belerang, kalsit, dan dolomit. Wilayah persebaran tambang gipsum di Indonesia meliputi daerah Cirebon, Rembang, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi utara. Gipsum banyak dimanfaatkan pada industri keramik.




  1. Timah

Biji timah adalah bahan tambang yang merupakan hasil dari pelapukan batuan granit.  Wilayah persebaran tambang timah di Indonesia meliputi Pulau Bangka, daratan Riau, Pulau Karimun dan Manggara (Belitung).

Timah dimanfaatkan dalam dalam pembuatan kaleng, pelapis besi dan tube. Biji timah yang diolah lebih lanjut menjadi logam timah biasanya dimanfaatkan sebagai pembungkus permen, rokok, coklat dan sebagainya karena logam timah tersebut tipis menyerupai kertas timah.




  1. Tembaga

Tembaga adalah logam kemerahan dengan struktur kristal kubik yang memantulkan cahaya merah dan oranye dan menyerap frekuensi lain dalam spektrum yang terlihat. Ini mudah ditempa, ulet, dan konduktor yang sangat baik untuk panas dan listrik.

Wilayah persebaran tambang tembaga di Indonesia yaitu di daerah Papua, pengolahannya, yaitu PT. Freeport Indonesia. Tembaga dimanfaatkan untuk membuat alas alat listrik seperti kabel, peralatan industri konstruksi, pembuatan kapal-kapal laut hingga untuk membuat pipa air.


  1. Nikel

Nikel adalah unsur logam yang terjadi secara alami dengan penampilan putih mengkilap keperakan. Ini adalah elemen paling umum kelima di bumi dan terjadi secara luas di kerak bumi dan inti bumi. Nikel, bersama dengan besi, juga merupakan unsur umum dalam meteorit dan bahkan dapat ditemukan dalam jumlah kecil di tanaman, hewan dan air laut.

Wilayah persebaran tambang nikel di Indonesia meliputi Soroako (Sulawesi Selatan) dan Pomala (Sulawesi Tenggara). Nikel biasanya dicampurkan dengan besi agar menjadi tahan karat dan juga menjadi baja. Jika nikel dicampur dengan tembaga, maka akan menghasilkan kuningan dan perunggu.



  1. Mangan

Mangan adalah logam transisi yang sangat keras, rapuh, abu-abu yang secara alami ditemukan dalam berbagai mineral, tetapi tidak pernah dengan sendirinya. Mangan adalah salah satu elemen paling umum di kerak bumi dan tersebar luas di seluruh permukaan planet.

Mangan diamnfaatkan dalam pembuatan batu baterai, untuk campuran besa pada pembentukan baja, keramik dan lain sebagainya. Wilayah persebaran tambang mangan di Indonesia meliputi Tasikmalaya, Kiripan dan Martapura.




  1. Belerang

Belerang adalah unsur paling umum kesepuluh berdasarkan massa di alam semesta, dan unsur kelima paling umum di Bumi. Meskipun kadang-kadang ditemukan dalam bentuk asli dan murni, belerang di Bumi biasanya terjadi sebagai mineral sulfida dan sulfat.

Wilayah persebaran tambang belerang di Indonesia meliputi daerah dengan gunung- gunung api yang masih aktif, seperti di Dieng (Jawa Tenga), Gunung Solok di Sumatera Barat, Gunung Kerinci di Jambi, dan lain sebagainya. Belerang diamnfaatkan untuk industri pupuk, kertas, cat, plastik, dan lainnya.



  1. Bauksit

Bauksit adalah bahan heterogen yang terbentuk secara alami yang tersusun terutama dari satu atau lebih mineral aluminium hidroksida, ditambah berbagai campuran silika, oksida besi, titania, aluminosilikat, dan pengotor lainnya dalam jumlah kecil atau kecil.

Wilayah persebaran tambang bauksit di Indonesia meliputi Riau, Kalimantan Barat dan Bangka Belitung. Bauksit dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan alumunium dan bahan dasar industri kimia.



  1. Batu Pualam/Marmer

Marmer adalah batuan metamorf yang terdiri dari mineral karbonat rekristalisasi, paling sering kalsit atau dolomit. Wilayah persebaran tambang batu marmaer di Indonesia meliputi Trenggalek, Tulungagung serta Banjarnegara. Batu marmer dimanfaatkan dalam bahan pembuatan keramik serta dinding bangunan. Tapi, di beberapa daerah yang menjadikan batu marmer ini sebagai hasil seni ukir.



  1. Batu Gamping

Batu kapur adalah batuan sedimen yang terutama terdiri dari kalsium karbonat (CaCO3) dalam bentuk mineral kalsit. Paling umum terbentuk di perairan laut yang jernih, hangat, dan dangkal.

Wilayah persebaran tambang batu marmaer di Indonesia meliputi Pulau Jawa, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Selatan Bali dan Irian Jaya Selatan. Batu gamping dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam pembuatan semen, tapi bisa juga dimanfaatkan sebagai pupuk bagi tanah yang kurang akan zat kapur.

Itulah tadi artikel yang bisa kami tuliskan pada segenap pembaca. Terkait dengan jenis barang tambang dan pemanfaatnya dalam berbagai bidang. Semoga bisa memberi edukasi serta literasi bagi kalian yang membutuhkannya.






https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/jenis-jenis-barang-tambang 

Rabu, 05 Januari 2022

PBB PRAMUKA

 

Peraturan Baris Berbaris (PBB) untuk Pembinaan Karakter



    Bahwa Peraturan Baris Berbaris yang digunakan dilingkungan sekolah adalah Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI karena hingga saat ini yang sudah baku adalah seperti SKEP PANGAB Nomor: SKEP/611/N 85 Tanggal 8 Oktober 1985.

BARIS BERBARIS
a.       Pengertian
Baris berbaris adalah suatu ujud latuhan fisik, yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu.

b. Maksud dan tujuan
1. Guna menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas, rasa disiplin dan rasa tanggung jawab.
2. Yang dimaksud dengan menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas adalah mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan oleh tugas pokok, sehingga secara jasmani dapat menjalankan tugas pokok tersebut dengan sempurna.
3. Yang dimaksud rasa persatuan adalah adanya rasa senasib sepenanggungan serta ikatan yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas.
4. Yang dimaksud rasa disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan pribadi yang pada hakikatnya tidak lain daripada keikhlasan penyisihan pilihan hati sendiri.
5. Yang dimaksud rasa tanggung jawab adalah keberanian untuk bertindak yang mengandung resiko terhadap dirinya, tetapi menguntungkan tugas atau sebaliknya tidak mudah melakukan tindakan-tindakan yang akan dapat merugikan.

ABA-ABA
a. Pengertian
Aba-aba adalah suatu perintah yang diberikan oleh seseorang Pemimpin kepada yang dipimpin untuk dilaksanakannya pada waktunya secara serentak atau berturut-turut.

b. Macam aba-aba
Ada tiga macam aba-aba yaitu :
1. Aba-aba petunjuk
2. Aba-aba peringatan
3. Aba-aba pelaksanaan

1. Aba-aba petunjuk dipergunakan hanya jika perlu untuk menegaskan maksud daripada aba-aba peringatan/pelaksanaan.
Contoh:
a. Kepada Pemimpin Upacara-Hormat – GERAK
b. Untuk amanat-istirahat di tempat – GERAK

2. Aba-aba peringatan adalah inti perintah yang cukup jelas, untuk dapat dilaksanakan tanpa ragu-ragu.
Contoh:
a. Lencang kanan – GERAK (bukan lancang kanan)
b. Istirahat di tempat – GERAK (bukan ditempat istirahat)

3. Aba-aba pelaksanaan adalah ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba pelaksanan yang dipakai ialah:
a. GERAK
b. JALAN
c. MULAI
a. GERAK: adalah untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan tanpa meninggalkan tempat dan gerakan-gerakan yang memakai anggota tubuh lain.
Contoh:
 -jalan ditempat – GERAK
 -siap – GERAK
 -hadap kanan – GERAK
 -lencang kanan – GERAK
b. JALAN: adalah utuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan dengan meninggalkan tempat.
Contoh:
 -haluan kanan/kiri – JALAN
 -dua langkah ke depan- JALAN
 -satu langkah ke belakang – JALAN

Catatan:
Apabila gerakan meninggalkan tempat itu tidak dibatasi jaraknya, maka aba-aba harus didahului dengan aba-aba peringatan –MAJU
Contoh:
-Maju -JALAN
-haluan kanan/kiri -JALAN
-hadap kanan/kiri maju-JALAN
-melintang kanan/kiri maju -JALAN

Tentang istilah: “maju”
Pada dasarnya digunakan sebagai aba-aba peringatan terhadap pasukan dalam keadaan  berhenti.

Pasukan yang sedang bergerak maju, bilamana harus berhenti dapat diberikan aba-aba  HENTI.
Misalnya:
Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju – JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.
Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju-JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.
Balik kana maju/JALAN, karena dapat pula diberikan aba-aba : balik kana henti-GERAK.
Tidak dapat diberikan aba-aba langkah tegap maju JALAN, aba-aba belok kanan/kiri maju-JALAN
Terhadap pasukan yang sedang berjalan dengan langkah biasa, karena tidak dapat diberikan aba-aba
Langkah henti-GERAK, belok kanan/kiri-GERAK.

Tentang aba-aba : “henti”
Pada dasarnya aba-aba peringatan henti digunakan untuk menghentikan pasukan yang sedang bergerak, namun tidak selamanya aba-aba peringatan henti ini harus diucapkan.
Contoh:
Empat langkah ke depan –JALAN, bukan barisan – jalan. Setelah selesai pelaksanaan dari maksud aba-aba peringatan, pasukan wajib berhenti tanpa aba-aba berhenti.
c. MULAI : adalah untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan berturut-turut.
Contoh:
-hitung -MULAI
-tiga bersaf kumpul-MULAI

4. Cara memberi aba-aba
a. Waktu memberi aba-aba, pemberi aba-aba harus berdiri dalam sikap sempurna dan menghadap pasukan, terkecuali dalam keadaan yang tidak mengijinkan untuk melakukan itu.
b. Apabila aba-aba itu berlaku juga untuk si pemberi aba-aba, maka pemberi aba-aba terikat pada tempat yang telah ditentukan untuknya dan tidak menghadap pasukan.
Contoh: Kepada Pembina Upacara – hormat – GERAK
Pelaksanaanya :
Pada waktu memberikan aba-aba mengahdap ke arah yang diberi hormat sambil melakukan
Gerakan penghormatan bersama-sama dengan pasukan.
Setelah penghormatan selesai dijawab/dibalas oleh yang menerima penghormatan, maka dalam keadaan sikap sedang memberi hormat si pemberi aba-aba memberikan aba-aba tegak : GERAK dan kembali ke sikap sempurna.

c. Pada taraf permulaan aba-aba yang ditunjukan kepada pasukan yang sedang berjalan/berlari, aba-aba pelaksanaan gerakannya ditambah 1 (satu) langkah pada waktu berjala, pada waktu berlari ditambah 3 (tiga) langkah.
Pada taraf lanjutan, aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada kaki kanan ditambah 2 (dua) langkah untuk  berjalan / 4 (empat) langkah untuk berlari.

d. Aba-aba diucapkan dengan suara nyaring-tegas dan bersemangat.
e. Aba-aba petunjuk dan peringatan pada waktu pengucapan hendaknya diberi antara.
f. Aba-aba pelaksanaan pada waktu pengucapan hendaknya dihentakkan.
g. Antara aba-aba peringatan dan pelaksanaan hendaknya diperpanjang disesuaikan dengan besar kecilnya pasukan.
h. Bila pada suatu bagian aba-aba diperlukan pembetulan maka dilakukan perintah ULANG!
Contoh: Lencang kanan = Ulangi – siap GERAK

Gerakan Perorangan – Gerakan Dasar
a. Sikap sempurna
Aba-aba : Siap – GERAK. Pelaksanaanya : pada aba-aba pelaksanaan badan/tubuh berdiri tegap, ke dua tumit rapat, ke dua telapak kaki membentuk sudut 60…, lutut lurus paha dirapatkan, berat badan di atas ke dua kaki, perut ditarik sedikit, dada dibusungkan, pundak ditarik sedikit ke belakang dan tidak dinaikkan, lengan rapat pada badan, pergelangan tangan lurus, jari-jari tangan menggenggam tidak terpaksa rapat pada paha, ibu jari segaris dengan jahitan celana, leher lurus, dagu ditarik, mulut ditutup, gigi dirapatkan, mata memandang tajam ke depan, benafas sewajarnya.
b. Istirahat
Aba-aba istirahat ditempat – GERAK
1. Pada aba-aba pelaksanaan, kaki kiri dipindahkan ke samping kiri dengan jarak sepanjang telapak kaki (30cm)
2. Ke dua belah tangan dibawa ke belakang dan dibawah pinggang, punggung tangan kanan di atas
telapak tangan kiri, tangan kanan dikepalkan dengan dilemaskan, tangan kiri memegang pergelangan
tangan kanan di antara ibu jari dan telunjuk, ke dua tangan dilemaskan, badan dapat bergerak.
Catatan:
a. Pasukan dalam keadaan istirahat di tempat, pemimpin atau atasan lainnya datang untuk memberikan perhatian atau petunjuk-petunjuk, maka atas ucapan pemimpin/atasan dengan menggunakan kata Perhatian pasukan segera mengambil sikap sempurna tanpa mengucapkan kata siap, kemudian mengambil sikap istirahat.
b. Pada kata perhatian, selesai atau sekian, pasukan mengambil sikap sempurna tanpa didahului aba-aba kemudian kembali ke sikap istirahat di tempat.
c. Maksud dari sikap siap terakhir ini adalah sebagai jawaban tanpa suara, bahwa petunjuk-petunjuk yang diberikan akan dijalankan
c. Lencang kanan/kiri : (hanya dalam bentuk bersaf)
Aba-aba : Lencang kanan/kiri – GERAK
Pelaksanaannya:
Gerakan ini dijalankan dalam sikap sempurna.
1. Pada aba-aba pelaksanaan, saf depan mengangkat lengan kanan/kiri ke samping, jari-jari kanan/kiri menggenggam menyentuh bahu kanan/kiri orang yang berada di sebelah kana/kirinya, punggung tangan menghadap ke atas, bersamaan dengan ini kepala dipalingkan ke kanan/kiri tidak berubah tempat masing-masing meluruskan diri
2. Saf tengah dan saf belakang kecuali penjuru, setelah meluruskan ke depan dengan pandangan mata,
ikut pula memalingkan muka ke samping dengan tidak mengangkat tangan.
3. Penjuru saf tengan dan belakang mengambil antar ke depan 1 (satu) lengan kanan/kiri ditambah 2 (dua)  kepalan tangan dan setelah lurus menurunkan tangan kanan/kiri tanpa menunggu aba-aba.
4. Pada aba-aba tegak-GERAK semua dengan serentak menurunkan lengan dan memalingkan muka ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna.
5. Pada waktu pemimpin pasukan memberikan aba-aba lencang kanan/kiri dan barisan sedang meluruskan safnya, Pemimpin pasukan yang berada dalam barisan itu memberikan kelurusan saf dari sebelah kanan/kiri pasukan dengan menitik beratkan pada kelurusan tumit (bukan ujung depan sepatu).

Catatan:
a. Untuk menghindarkan keributan pada waktu mengangkat lengan kanan/kiri, hendaknya lengan diluruskan melalui punggung orang yang berada di samping, kalau jarak 1 (satu) lengan tidak cukup.
Dengan demikian dihindarkan gerakan seolah-olah meninjau rekannya yang berada di smaping.

b. Kelurusan barisan dilihat dari tumit.
c. Setengah lencang kanan/kiri
Aba-aba : Setengah lencang kanan/kiri – GERAK
Pelaksanaannya:
Seperti pada waktu lencang kanan/kiri, tetapi tangan kanan/kiri di pinggang (bertolak pinggang) dengan siku menyentuh lengan orang yang berdiri disebelahnya, pergelangan tangan lurus, ibu jari di sebelah belakang pinggang, empat jari lainnya rapat pada pinggang sebelah depan (khusus saf depan). Pada aba-aba tegak GERAK dengan serentak menurunkan lengan sambil memalingkan muka ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna.
d. Lencang depan  (hanya dalam bentuk berbanjar)
Aba-aba : Lencang depan – GERAK
Pelaksanaannya:
1. Penjuru tetap sikap sempurna : nomor dua dan seterusnya meluruskan ke depan dengan mengangkat tangan dengan jarak satu lengan ditambah dua kepalan tangan.
2. Saf depan banjar tengah dan kiri mengambil antara satu lengan ke samping kanan, setelah lurus menurunkan tangan dan memalingkan kepala kembali ke depan dengan serentak tanpa menunggu aba-aba.
3. Banjar tengah/kiri tanpa mengangkat tangan
f.       Cara berhitung
Aba-aba : Hitung – MULAI
Pelaksanaannya:
1. Jika bersaf, pada aba-aba peringatan penjuru tetap melihat ke depan, saf terdepan memalingkan
mukanya ke kanan.
2. Pada aba-aba pelaksanaan, berturut-turut di mulai dari penjuru menyebutkan nomornya sambil memalingkan muka ke depan.
3. Pengucapan nomor secara tegas dan tepat.
4. Jika berbanjar, pada aba-aba peringatan semua anggota tetap dalam sikap sempurna.
5. Pada aba-aba pelaksanaan mulai dari penjuru kanan berturut-turut ke belakang menyebutkan nomornya masing-masing.
6. Jika pasukan berbanjar/bersaf tiga, maka yang berada paling kiri mengucapkan : LENGKAP atau KURANG SATU/KURANG DUA.
Perubahan Arah (dalam keadaan berhenti)
a. Hadap kanan/kiri
Aba-aba : Hadap kanan/kiri – GERAK
1. Kaki kiri/kanan diajukan melintang di depan kaki kanan/kiri lekukan kaki kanan/kiri berada diujung kaki kanan/kiri, berat badan berpindah ke kaki kiri/kanan.
2. Tumit kaki kanan/kiri dengan badan diputar ke kanan/kiri 90°
3. Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri.
b. Hadap serong kanan/kiri
Aba-aba : Hadap serong kanan/kiri – GERAK
Pelaksanaannya:
1. Kaki kiri/kanan diajukan ke muka sejajar dengan kaki kanan/kiri
2. Berputarlah arah 45° ke kanan/kiri
3. Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri
c. Balik kanan
Aba-aba : Balik kanan/kiri – GERAK
Pelaksanaannya :
1. Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diajukan melintang (lebih dalam dari hadap kanan) di depan kaki kanan.
2. Tumit kaki kanan beserta badan diputar ke kanan 180°
3. Kaki kanan/kiri dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri.
Catatan:
Dalam keadaan berhenti pada hitungan ke tiga, kaki dirapatkan dan kembali ke sikap sempurna
Dalam keadaan berhenti berjalan pada hitungan ketiga, kaki kanan/kiri tidak dirapatkan melainkan dilangkahkan 0,5 langkah dengan cara dihentikan.
d. Cara berkumpul
Aba-aba : 3 bersaf/3 berbanjar kumpul – MULAI
Pelaksanannya :
1. Pelatih menunjuk seorang anggota sebagai penjuru dan orang yang ditunjuk mengulangi perintah yang diberikan oleh pelatih.
Contoh:
       Sdr.Gatot sebagai penjuru. Aba-aba pelatih : Gatot sebagai penjuru. Oleh orang yang ditunjuk (dalam sikap sempurna) aba-aba diulangi : Gatot sebagai penjuru.
2. Orang yang ditunjuk tadi lari dan berdiri di depan pelatih ± 4 langkah
3. Setelah aba-aba pelaksanaan MULAI diberikan pelatih, maka orang-orang lainnya berlari dan berdiri disamping kiri penjuru serta meluruskan diri seperti pada waktu lencang kanan.
4. Pada waktu berkumpul, penjuru melihat ke kiri setelah lurus, penjuru memberikan isyarat dengan perkataan LURUS, pada isyarat ini penjuru nelihat ke depan, yang lainnya (saf depan) menurunkan lengannya dan kembali ke sikap sempurna.
e. Cara latihan memberi hormat
Aba-aba : Hormat – GERAK
Pelaksanaannya (dengan tutup kepala, keadaan berhenti)
1. Pada aba-aba pelaksanaan, dengan gerakan cepat tangan kanan diangkat ke arah pelipis kanan, siku-siku 15° serong ke depan, kelima jari rapat dan lurus, telapak tangan serong ke bawah dan kiri ujung, jari tengah dan telunjuk mengenai pinggir bawah dari tutup kepala setinggi pelipis.
2. Pergelangan tangan lurus, bahu tetap seperti dalam sikap sempurna, pandangan mata tertuju kepada yang diberi hormat.
3. Jika tutup kepala mempunyai klep, maka jari tengah mengenai pinggir klep.
4. Jika selesai menghormat, maka lengan kanan lurus diturunkan secara cepat ke sikap sempurna.
f. Bubar
Aba-aba : Bubar – JALAN
Pelaksanaannya;
g. Jalan di tempat
Aba-aba: Jalan ditempat – GERAK
Pelaksaannya:
Gerakan dimulai dengan mengangkat kaki kiri, lutut berganti-ganti diangkat, paha rata-rata, ujung kaki menuju ke bawah, tempo langkah sesuai dengan langkah biasa, badan tegak, pandangan mata tetap ke depan, lengan dirapatkan pada badan (tidak melenggang)
Dari jalan ke tempat berhenti.
Aba-aba : Henti – GERAK
Pelaksanaannya:
Pada aba-aba pelaksanaan dapat dijatuhkan kaki kiri/kanan,pada hitungan ke dua kaki kiri/kanan diharapkan pada kaki kiri/kanan dan kembali ke sikap sempurna.
h. Membuka/menutup barisan
Aba-aba : Buka barisan – JALAN
Pada aba-aba pelaksanaan regu kanan dan kiri membuat satu langkah ke samping kanan dan kiri, sedang regu tangah tetap di tempat.

Catatan :
Membuka barisan gunanya untuk memudahkan pemeriksaan.
Tutup barisan
Aba-aba :tutup barisan – JALAN
Pelaksanannya :
Pada aba-aba pelaksanaan regu kanan dan kiri membuat satu langkah kembali ke samping kanan dan kiri, sedang regu tengah tetap ditempat.
Gerakan berjalan dengan panjang tempo dan macam langkah
Macam langkah Panjangnya Tempo
1. Langkah biasa 65 cm 120 tiap menit
2.Langkah tegap 65 cm 120 tiap menit
3.Langkah perlahan 40 cm 30 tiap menit
4.Langkah kesamping 40 cm 70 tiap menit
5.Langkah ke belakang 40 cm 70 tiap menit
6.Langkah ke depan 60 cm 70 tiap menit
7.Langkah di waktu lari80cm165 tiap menit

Panjang langkah
A.    MAJU – JALAN
Dari sikap sempurna
Aba-aba : Maju – JALAN
Pelaksanaannya:
1. Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diayunkan ke depan, lutut lurus, telapak kaki diangkat rata sejajar dengan tanah setinggi ± 15 cm, kemudian dihentakkan ke tanah dengan jarak setengah langkah dan selanjutnya berjalan dengan langkah biasa.
2. Langkah pertama dilakukan dengan melenggangkan lengan kanan ke depan 90°, lengan kiri 30° ke belakang, pada langkah selanjutnya lengan atas dan bawah lurus dilenggangkan ke depan 45°, dan ke belakang 30°.Seluruh anggota meluruskan barisan ke depan dengan melihat pada belakang leher.
Dilarang keras : berbicara-melihat kanan/kiri
Pada waktu melenggangkan tangan supaya jangan kaku.

B.     LANGKAH BIASA
1. Pada waktu berjalan, kepala dan badan seperti pada waktu sikap sempurna. Waktu mengayunkan
kaki ke depan lutut dibengkokkan sedikit (kaki tidak boleh diseret). Kemudian diletakkan ke tanah menurut jarak yang telah ditentukan.
2. Cara melangkahkan kaki seperti pada waktu berjalan biasa. Pertama tumit diletakkan di tanah selanjutnya lurus ke depan dan ke belakang di samping badan. Ke depan 45°, ke belakang 30°. Jari-jari tangan digenggam, dengan tidak terpaksa, punggung ibu jari menhadap ke atas.

C. LANGKAH TEGAP
1. Dari sikap sempurna
Aba-aba : Langkah tegap – JALAN
Pelaksanaannya :
Mulai berjalan dengan kaki kiri, langkah pertama selebar setengah langkah, selanjutnya seperti jalan biasa (panjang dan tempo) dengan cara kaki dihentakkan terus menerus tetapi tidak dengan berlebih-lebihan, telapak kaki rapat dan sejajar dengan tanah, lutut kaki tidak boleh diangkat tinggi. Bersama dengan langkah pertama lengan dilenggangkan lurus ke depan dan ke belakang di samping badan, (lengan tangan 90° ke depan dari 30° ke belakang). Jari-jari tangan digenggam dengan tidak terpaksa, punggung ibu jari menghadap ke atas.
2. Dari langkah biasa
Aba-aba : Langkah tegap – JALAN
Pelaksanaannya :
Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri jatuh di tanah, ditambah satu langkah selanjtnya mulai berjalan seperti tersebut pasa butir 1.
3. Kembali ke langkah biasa
Aba-aba : Langkah biasa – JALAN
Pelaksanaannya :
Aba-aba diberikan pada waktu kaki kiri jatuh di tanah ditambah satu langkah dan mulai berjalan
dengan langkah biasa, hanya langkah pertama
Catatan :
Dalam sedang berjalan cukup menggunakan aba-aba peringatan : Langkah tegap/langkah biasa-
JALAN, pada tiap-tiap perubahan langkah (tanpa kata maju).

D.    LANGKAH PERLAHAN
1.Untuk bergabung (mengantar jenazah dalam upacara kemiliteran)
Aba-aba : Langkah perlahan maju – JALAN
Pelaksanaannya :
a. Gerakan dilakukan dengan sikap sempurna
b. Pada aba-aba “jalan”, kaki kiri dilangkahkan ke depan, setelah kaki kiri menapak di tanah segera disusul dengan kaki kanan ditarik ke depan dan ditahan sebentar di sebelah mata kaki kiri, kemudian dilanjutkan ditatapkan kaki kanan di depan kaki kiri.
c. Gerakan selanjutnya melakukan gerakan-gebakan seperti semula.
Catatan :
Dalam keadaan sedang berjalan, aba-aba adalah “langkah perlahan JALAN” yang diberikan pada waktu kaki kanan.kiri jatuh di tan`h ditambah selangkah dan kemudian mulai berjalan dengan langkah perlahan.
Tapak kaki pada saat menginjak tanah tidak dihEntakkan, tetapi diletakkan rata-rata untuk lebih khidmat.
2. Berhenti dalam langkah perlahan
Aba-aba : Henti – GERAK
Pelaksanaannya

E. LANGKAH KE SAMPING
Aba-aba : ….Langkah ke kanan/kiri – JALAN
Pelaksanaannya :
Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri/kanan dilanjutkan ke samping kanan/kiri sepanjang 40 cm. Selanjutnya kaki kiri/kanan dirapatkan pada kaki kiri/kanan.Sikap badan tetap seperti pada sikap sempurna, sebanyak-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah.

F. LANGKAH KE BELAKANG
Aba-aba : ……..Langkah ke belakang – JALAN
Pelaksanaannya :
Pada aba-aba pelaksanaan, peserta melangkah ke belakang mulai kaki kiri menurut panjangnya langkah dan sesuai dengan tempo yang telah ditentukan, menurut jumlah langkah yang diperintahkan.Lengan tidak boleh dilenggangkan dan sikap badan seperti dalam sikap sempurna.SebanykA-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langk`h.

G. LANGKAH KE DEPAN
Aba-aba : …….Langkah ke depan – JALAN
Pelaksanaannya :
Pada aba-aba pelaksanaan, peserta melangkahkan kaki ke depan mulai dengan kaki khri menurut p`njangnya langkah dan tempat yangtelah ditentukan, menurut jumlah langkah yang diperintahkan. Gerakan kaki seperti gerakan langkah tEgap dan dihentikan dan sikap seperta sikap rempurna.Sebanyak-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah.

H. LANGKAH DI WAKTU LARI
1. Dari sikap sempurna
Aba-aba : Lari maju – JALAN
Pelaksanaannya:
Aba-bab peringatan ke dua tangan dikepalkan dengan lemas dan diletakkan di pinggang sebelah depan dengan punggung tangan menghadap keluar, ke dua siku sedikit ke belakang, badan agak dicondongkan ke depan. Pada aba-aba pelaksanaan, dimulai lari dengan menghentakkan kaki kiri setengah langkah dan selanjutnya menurut panjang langkah dan tempo yang ditentukan dengan kaki diangkat secukupnya.Telapak kaki diletakkan defgan ujung telapak kaki terlebih dahulu, lengan dilenggangkan secara tidak kaku.
2. Dari langkah biasa
Aba-aba : Lari – JALAN
Pelaksanaannya:
Aba-aba peringatan pelaksanaannya sama dengan ayat 1. Aba-aba pelaksanaan diberik!n pada waktu kaki kiri/kanan jatuh ke tanah kemudian ditambah stu langkah, selanjutnya berLari menurut ketentuaN yang ada.
3. Kembali ke langkah biasa
Aba-aba : Langkah baasa – JALAN
Pelaksanaannya :
Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktU kaki kiri/kanan jatuh ke tanah ditambah tiga lanfkah, kemudian berjalan dengan langka` biasa, dimuali dengan kaki kiri dihentakkan; bersama dengan itu kedua lengan digenggam.
Catatan :
Untuk berhenti da2i keadaan berlari aba-aba seperti langkah biasa henti – FERAK. Aba-`ba pelaksanaan diberi+an pada waktu kaki kanaj/kiri jatuh ke tanah ditambah tiga langkah, selanjutnya kaki dirapatkan kemudian kedua kepal tangan diturunkan untuk mengambil sikap sempurna.

I. LANGKAH MERDEKA
1. Dari langkah biasa
Aba-aba : Langkah merdeka – JALAN
Anggota berjalan bebas tanpa terikat pada ketentuan panjang, tempo dan ketentuan langkah.Atas pertimbangan Pimpinan, anggota dapat dijinkan untuk membuat sesuatu yang dalam keadaan lain terlarang (antara lain berbicara, buak topi, menghapus keringat).Langkah merdeka biasanya dilakukan untuk menempuh jalan jauh/diluar kota/lapangan yang tidak rata.Anggota tetap dilarang meninggalkan barisan.
2.Kembai ke langkah biasa
Untuk melaksanakan gerakan ini lebih dahulu harus diberika.samakan langkah. Setelah langkah barisan sama, Pemimpin dapat memberikan aba-aba peringatan dan pelaksanaan.
3. Aba-aba : Langkah biasa – JALAN
Pelaksanaannya :
Seperti tersebut pada petunjuk dari langkah tegap ke langkah biasa.

J. GANTI LANGKAH
Aba-aba : Ganti langkah – JALAN
Pelaksanaannya :
Gerakan dapat dilakukan pada waktu langkah biasa/tegap.Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kanan/kiri di tanah kemudian ditambah satu langkah.Sesudah ujung kaki kiri/kanan yang sedang di belakang dirapatkan pada badan.Untuk selanjutnya disesuaikan dengan langkah baru yang disamakan.Kemudian gerakan ini dilakukan dalam satu hitungan.
PERATURAN BARIS BERBARIS
PBB-TNI AKMIL. Nomor: SKEP/23/III/2002, tanggal 4 Maret 2002
Peraturan baris berbaris diseluruh Indonesia hanya mengacu pada Peraturan Baris Berbaris Militer yang terdapat dalam Buku Peraturan tentang Baris Berbaris Angkatan Bersenjata. Buku ini disahkan oleh Surat Keputusan Pangab dan peraturan yang terakhir adalah Skep Pangab nomor : Skep/011/X/1985 tanggal 2 Oktober 1985, tetapi tahun 1992 ada perubahan pada Skep tersebut pada tempo langkah biasa dan langkah tegap dari 96 langkah tiap menit menjadi 120 langkah tiap menit.
Di dalam peraturan ini dibagi dalam 2 bagian yaitu baris berbaris dengan menggunakan senjata dan baris berbaris tanpa senjata. Peraturan baris berbaris militer tersebut diterapkan disemua kegiatan baris berbaris, sehingga dalam latihan Paskibraka harus mengacu pada peraturan baris berbaris tanpa senjata yang berlaku dan tidak boleh menerapkan aturan-aturan sendiri.

PBB-TNI AKMIL. Nomor: SKEP/23/III/2002, tanggal 4 Maret 2002
Post ini adalah sebagai bahan acuan pemberian Materi Peraturan Baris-Berbaris, Koreksi serta masukan sangat kami harapkan.
Tujuan
Agar peserta didik mengerti dan dapat melaksanakan Peraturan Baris Berbaris sesuai dengan ketentuan.
Penjelasan Tentang Materi
1. Baris-berbaris sebagai suatu wujud latihan ketangkasan yang diperlukan untuk menanamkan kedisiplinan dalam kehidupan pandu yang diarahkan pada terbentuknya suatu sikap dan perwatakan tertentu.
2. Pengetahuan dan ketangkasan baris berbaris merupakan bekal dasar yang harus dimiliki setiap pandu sehingga mempunyai disiplin dan rasa percaya diri yang tinggi.
3. Seorang pelatih/komandan/pimpinan harus benar-benar memiliki pengetahuan dan ketangkasan PBB secara mendalam agar ia mampu membekali dan melatih segenap anggotanya dalam rangka mewujudkan bentuk sikap dan disiplin pandu serta mewujudkan jiwa korsa yang handal dalam satuannya.
PENGERTIAN
Baris-berbaris adalah suatu wujud latihan fisik yang diperlukan untuk menanamkan kebiasaan dalam tatacara kehidupan pandu yang diarahkan pada terbentuknya suatu perwatakan tertentu.
MAKSUD DAN TUJUAN
Untuk menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa persatuan dan disiplin sehingga selalu dapat mengutamakan kepentingan tugas diatas kepentingan pribadi disamping juga menanamkan rasa tanggung jawab.
.
KEWAJIBAN PEMBINA/PELATIH
Pencapaian tujuan peraturan ini sangat tergantung pada kemauan serta kemampuan seorang pelatih dengan memperhatikan hal-hal tersebut dibawah ini:
1. Rasa kasih sayang, yaitu seorang pelatih seharusnya dapat merasakan apa yang dirasakan oleh anak didik.
2. Persiapan yang baik, merupakan jaminan keberhasilan latihan yang dikehendaki. Mengenai materi, waktu, tempat, alat dan sebagainya.
3. Mengenal tingkatan anak didik.
4. Tidak sombong.
5. Adil, menjaga keseimbangan dalam segala hal. Memberikan pujian atau teguran pada tempatnya tanpa membedakan satu dengan lainnya.
6. Teliti, supaya tidak memberikan hasil yang setengah-setengah.
7. Sederhana, dalam perkataan dan tindakan.
Latihan (drill) dimaksudkan untuk mencapai kebiasaan atau kepahaman, tidak semata-mata pengetahuan, sehingga dibandingkan perkataan yang banyak lebih baik lagi dengan teladan, koreksi dan mengulangi sampai paham.



https://pgpaud.universitaspahlawan.ac.id/peraturan-baris-berbaris-pbb/     

Tema 6 Subtema 1 Pembelajaran 3

                 TEMA 6 SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 3 SUMBER DAYA ALAM                     Pemanfaatan sumber daya alam harus dikelola secara bai...